menu
user

Jakarta - Timnas Indonesia dipastikan mendapat jatah vaksin COVID-19 dari Pemerintah Indonesia. Sayangnya, ini tidak berlaku untuk klub-klub Liga 1 dan Liga 2.

Pekan lalu, vaksin Sinovac untuk pertama kalinya diedarkan di Indonesia, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai penerima perdananya. Setelah itu vaksin disebarkan untuk para tenaga kesehatan di penjuru Tanah Air selama dua tahap.

Nah, kebetulan jatah vaksin itu juga diberikan kepada beberapa penerimanya, salah satunya di bidang olahraga. Untuk ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai perwakilan pemerintah memprioritaskan 17 cabor akan divaksin dulu karena untuk kepentingan Olimpiade dan turnamen internasional lainnya.

PSSI sebagai salah satu induk olahraga tidak mendapat jatah awalnya, meski ada perhelatan turnamen seperti Piala Dunia U-20, Piala Asia U-19, Piala Asia U-16, dan Piala AFF.

Kecuali Piala AFF yang tetap dihelat tahun ini, seluruh turnamen itu batal dan dipindahkan ke tahun 2023. Meski demikian, PSSI tetap meminta jatah vaksinasi untuk timnas yang akhirnya diluluskan oleh Kemenpora.

Ada 178 jatah vaksinasi yang diberikan sedari U-16 , U-19, U-23, dan Timnas Senior, yang diantaranya terdapat pemain dan staf pelatih. Keputusan ini akhirnya diambil karena Kemenpora melihat Timnas U-23 bakal tampil di SEA Games tahun ini.

Selain itu masih ada juga Timnas Indonesia senior yang tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF.

"Sepakbola juga ada SEA Games. Tetapi, yang divaksin itu bukan seluruh peserta liga (Shopee Liga 1 dan Liga 2), khusus yang ikut event internasional. Jadi timnasnya saja," ucap Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto dua hari lalu.

Nah, sayangnya permintaan PSSI untuk jatah kompetisi Liga Indonesia seperti pemain, pelatih, ofisial, pertandingan, panpel, Shopee Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, tidak dikabulkan. Sebab ini bukan proritas atlet yang akan bertanding di ajang internasional.

Terbatasnya jumlah vaksinasi di periode awal ini jadi penyebabnya sehingga pemerintah harus memprioritaskan yang penting. Kini PSSI harus memutar otak untuk mendapat jatah vaksin agar kompetisi bisa dhelat lagi tahun ini.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenpora ke PSSI. Khususnya tentang peruntukkan vaksin buat pelatih, pemain, dan ofisal Timnas Indonesia," kata Pelaksana Tugas Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada wartawan.

"(Untuk jatah vaksin selain Timnas) nanti akan kami tanyakan ke Kemenkes," lanjut Yunus Nusi.

Komentar
paper plane