menu
user

London - Premier League dalam bahaya karena berpotensi dihentikan. Ini setelah munculnya 40 kasus COVID-19 baru. Duh!

Dikutip Telegraph, Premier League melansir data terbaru dari hasil tes usap 28 Desember sampai 1 Januari 2021 bahwa ada 40 orang yang dinyatakan positif virus corona.

Ke-40 orang itu terdiri dari pemain sampai staf klub. Jumlah itu naik 22 angka dari kasus positif dalam rentang 21-27 Desember silam. Hal ini membuat beberapa pertandingan ditunda.

Sebut saja Manchester City vs Everton yang batal digelar pada 28 Desember kemarin, lalu Fulham yang tidak jadi menghadapi Tottenham Hotspur dan Burnley.

Ini tentu jadi presiden buruk untuk Premier League yang kemungkinan bisa dibatalkan lagi. Apalagi Inggris sudah melakoni lockdown untuk sebulan ke depan dan mulai ditutup Rabu (6/1) ini hingga pertengahan Februari.

Sebab, kasus penularan COVID-19 di Inggris naik drastis lagi dalam sebulan terakhir, terutama setelah Natal dan malam Tahun Baru. Lockdown ini mirip seperti yang dilakukan Inggris di awal pandemi Maret hingga Juni lalu.

Meski demikian sampai saat ini Premier League dikabarkan masih bersikukuh untuk menggelar kompetisi, karena yakin sudah menerapkan protokol kesehatan ketat. Apalagi semua kota di Inggris sudah masuk ke Tier 3 dan 4 alias tidak boleh dihadiri penonton.

"Kebanyakan wilayah sudah menerapkan langkah ekstrem, sudah jelas bahwa kita butuh melakukan yang lebih, secara bersama-sama, agar varian baru ini bisa terkontrol saat vaksinasi kita bergulir," kata perdana menteri Inggris Boris Johnson.

Liga Inggris sendiri sudah berjalan hingga pekan ke-17. Liverpool dan Manchester United berada di peringkat teratas dengan sama-sama mengoleksi 33 poin, tapi The Reds unggul selisih gol.

Sementara itu, ajang lain seperti Piala Liga Inggris dan Piala FA masih tetap berjalan. Ditambah ada juga ajang Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa di bulan Februari mendatang.

Komentar
paper plane