menu
user

Jakarta - Tahun 2020 kendati diterpa badai pandemi tidak mempengaruhi industri aplikasi mobile. Malah tahun lalu mencetak rekor baru.

Laporan dari Sensor Tower, hingga November 2020,  belanja aplikasi di smartphone tembus US$ 100 miliar atau Rp 1.421 triliun.

Angka ini meningkat drastis dibandingkan dengan 2019 yang mencapai US$ 83,5  atau Rp 1.178 triliun.

"Tahun ini mencetak rekor baru, dengan Google Play Store dan Apple App Store secara kolektif menghasilkan lebih dari US$ 100 miliar. Tahun 2020 terjadi pergeseran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perilaku dan pengeluaran konsumen," kata juru bicara Sensor Tower.

Tren belanja aplikasi ini juga berlanjut pada musim liburan Natal pada 1-27 Desember 2020. Para pengguna smartphone di seluruh dunia menghabiskan US$ 407,6 juta atau kisran Rp 5,7 triliun.

Belanja aplikasi seluler ini paling banyak dilakukan di platform Apple App Store dengan raihan US$ 278,6 juta. Sedangkan untuk Google Play Store mendapat pemasukan US$ 129 juta.

Bila dirinci lagi, pembelian aplikasi didominasi untuk game mobile dengan total US$ 295,6. Angka tersebut naik 27 persen dari tahun lalu yang mencapai US$ 232,4 juta.

Honor of Kings dari Tencent masuk di peringkat pertama dengan pengeluaran konsumen sekitar US$ 10,7 juta dolar AS. Mengalami kenaikan 205,7 persen dari US$ 3,5 juta di 2019.

Sedangkan aplikasi di luar game seluler diraih TikTok yang mampu meraih pendapatan US$ 4,7.

Komentar
paper plane