menu
user

Newcastle upon Tyne - Liverpool lagi-lagi gagal meraih kemenangan setelah diimbangi Newcastle United tanpa gol di akhir tahun. Kembali, lini serang The Reds seperti kurang darah.

Liverpool sejatinya ingin meraih tiga poin setelah hasil imbang 1-1 kontra West Bromwich Albion akhir pekan lalu di Anfield.

Hasil imbang itu tentu merugikan Liverpool mengingat mereka butuh kemenangan untuk mempertahankan puncak klasemen.

Nah, tekanan makin besar ketika rival abadinya, Manchester United, malah mendekat ke puncak klasemen dengan selisih dua poin usai mengalahkan Wolverhampton 1-0. Maka dari itu laga di St James' Park, Kamis (31/12/2020) dini hari WIB, jadi pertaruhannya.

Menurunkan trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane, Liverpool bermain menyerang sejak menit awal dan tak memberikan kesempatan lawan mengembangkan permainan. Tapi, Newcastle bertahan dengan baik, sekaligus membahayakan lewat serangan balik.

Satu-satunya peluang emas Liverpool di babak pertama hadir di menit ke-32 saat Mo Salah dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Karl Darlow, usai menerima umpan panjang Jordan Henderson. Sayang, bola sepakan Salah masih bisa ditepis oleh Darlow.

Pada babak kedua pun, Liverpool masih kesulitan untuk menembus pertahanan Newcastle.

Kembali Darlow jadi bintang lapangan Newcastle karena mampu mementahkan sejumlah peluang, termasuk satu sundulan Firmino di menit ke-88 dari jarak dekat.

Liverpool lagi-lagi tumpul karena cuma membuat dua attempts on target sepanjang 90 menit, sama seperti saat  menghadapi West Brom.

Hasil 0-0 harus dibawa pulang ke kota pelabuhan dan ini jadi kali pertama mereka gagal mencetak gol di 22 pertandingan terakhirnya.

Untuk pertama kalinya juga, Liverpool gagal memenangi laga tutup tahun dalam tujuh musim terakhir, setelah kala 1-2 dari Chelsea pada 2013. Liverpool dengan 33 poin hanya unggul tiga poin dari Manchester United di posisi kedua.

Bisakan Liverpool menemukan gairahnya kembali di depan gawang saat menghadapi Southampton pekan depan? Kita tunggu saja.

Komentar
paper plane